UPS di Era Internet of Things (IoT)
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bagaimana Uninterruptible Power Supply (UPS) semakin menjadi elemen krusial dalam mengoptimalkan kelancaran operasional di era Internet of Things (IoT). Mari kita menjelajahi bagaimana teknologi UPS berperan penting dalam mendukung konektivitas dan keandalan perangkat di lingkungan IoT yang semakin kompleks. Dengan pertumbuhan pesat IoT, perangkat terhubung menjadi tulang punggung berbagai industri. Meskipun membuka peluang baru, kehandalan daya menjadi semakin vital. Gangguan listrik dapat menyebabkan kegagalan sistem, merugikan data, dan menghambat produktivitas. Di sinilah peran UPS berada di garis depan perlindungan.
UPS menjadi garda terdepan dalam melindungi perangkat IoT dari fluktuasi daya dan pemadaman mendadak. Dengan memberikan daya cadangan secara instan, UPS mencegah kehilangan data dan memastikan perangkat IoT tetap beroperasi dalam kondisi optimal. Seiring berkembangnya teknologi, UPS pun mengalami evolusi. Kini, UPS cerdas dapat terintegrasi dengan ekosistem IoT. Pengguna dapat memantau dan mengelola status UPS, baterai, dan beban secara real-time melalui platform IoT. Hal ini memungkinkan respons yang cepat dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
UPS di era IoT bukan hanya tentang proteksi, tetapi juga tentang efisiensi energi. UPS modern dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan daya, mengurangi jejak karbon, dan mendukung keberlanjutan. Selain itu, beberapa model UPS dapat memberikan stabilitas jaringan, penting untuk aplikasi dan perangkat yang memerlukan konektivitas yang tidak terputus. Dengan jaringan sensor yang tersebar luas, UPS memainkan peran sentral dalam menjaga konektivitas dan keandalan infrastruktur kritis seperti lampu jalan pintar, sensor lalu lintas, dan sistem keamanan.
Dengan terus berkembangnya IoT, masa depan UPS melibatkan lebih banyak inovasi. Pengoptimalan desain, penggunaan baterai yang lebih efisien, dan integrasi yang lebih mendalam dengan solusi IoT menjadi fokus utama. UPS akan terus menjadi pilar keandalan dalam ekosistem IoT yang semakin kompleks. Dalam menjalani era Internet of Things, investasi dalam UPS tidak hanya tentang melindungi perangkat, tetapi juga tentang menjaga kelancaran operasional dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. UPS bukan sekadar perlengkapan, melainkan mitra kritis dalam mewujudkan potensi penuh dari revolusi IoT. Stay connected, stay powered up!
- Published in Berita
Panduan Praktis Menghitung Kapasitas UPS Yang Tepat
Dalam memilih UPS (Uninterruptible Power Supply), langkah pertama yang krusial adalah menghitung kapasitas UPS yang tepat untuk memastikan perlindungan optimal dan ketersediaan daya yang dibutuhkan. Berikut adalah panduan praktis untuk membantu Anda menghitung kapasitas UPS yang sesuai dengan kebutuhan peralatan elektronik Anda.
1. Identifikasi Peralatan yang Akan Dihubungkan
Mulailah dengan membuat daftar perangkat elektronik yang akan dihubungkan ke UPS. Termasuk komputer, server, monitor, dan perangkat lain yang kritis untuk operasi sehari-hari.
2. Tentukan Daya Aktif (Watt) Setiap Perangkat
Tentukan daya aktif (watt) yang dikonsumsi oleh setiap perangkat. Informasi ini biasanya tertera pada label perangkat atau spesifikasi produsen.
3. Hitung Total Daya Aktif
Jumlahkan daya aktif dari semua perangkat yang akan dihubungkan. Ini memberikan perkiraan daya yang diperlukan untuk memberi daya pada seluruh sistem.
4. Perhitungan Daya Reaktif (VA)
Pada beberapa perangkat, terutama perangkat dengan motor atau transformator, daya reaktif (VA) mungkin perlu dihitung. Gunakan rumus Pythagoras: VA = √(Watt^2 + VAR^2).
5. Tambahkan Margin Tambahan
Berikan margin tambahan untuk pertumbuhan atau penambahan perangkat di masa depan. Biasanya, menambahkan sekitar 20-30% dari total daya yang dihitung akan memberikan cadangan yang memadai.
6. Pilih UPS dengan Kapasitas yang Memadai
Setelah mendapatkan total daya yang dihitung, pilih UPS dengan kapasitas setidaknya sama besar atau lebih besar dari total tersebut. Penting untuk memilih UPS yang dapat menangani puncak daya (surge) dan memberikan daya yang stabil.
7. Pertimbangkan Efisiensi UPS
Perhatikan efisiensi UPS, karena beberapa UPS mungkin memiliki efisiensi yang lebih baik dalam mengonversi daya. Pilih UPS yang meminimalkan pemborosan energi.
8. Konsultasikan dengan Ahli
Jika merasa bingung atau perlu bantuan lebih lanjut, konsultasikan dengan ahli atau pihak yang berpengalaman dalam instalasi UPS untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menghitung kapasitas UPS yang tepat untuk melindungi peralatan elektronik Anda dari pemadaman listrik dan memastikan ketersediaan daya yang andal. Memilih UPS yang sesuai dengan kebutuhan adalah langkah penting untuk menjaga integritas dan kinerja perangkat elektronik Anda.
Silahkan konsultasi kepada Team kami apabila Anda masi belum bisa memutuskan kapasitas UPS yang dibutuhkan dan dapatkan penawaran terbaik disini.
- Published in Berita
Mau Klaim Garansi UPS APC? Simak Panduan Berikut
Mau Klaim Garansi UPS APC? Simak Panduan Berikut langkah-langkah Mudah untuk Perlindungan yang Dapat Diandalkan. Uninterruptible Power Supplies (UPS) adalah perangkat penting dalam menjaga kestabilan daya listrik dan melindungi perangkat elektronik dari kerusakan akibat pemadaman listrik dan gangguan lainnya. Ketika Anda membeli UPS, seperti APC, Anda sering dilengkapi dengan garansi untuk perlindungan tambahan. Namun, ketika perangkat UPS mengalami masalah atau kegagalan, mengajukan klaim garansi bisa jadi langkah yang membingungkan. Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah tentang cara mengklaim garansi UPS APC Anda dengan mudah dan efisien:
1. Baca Syarat dan Ketentuan Garansi
Pertama-tama, sangat penting untuk membaca dengan cermat syarat dan ketentuan garansi yang disediakan oleh APC. Pastikan Anda memahami apa yang termasuk dalam cakupan garansi, berapa lama garansi berlaku, dan jenis kerusakan atau masalah apa yang dapat dicover oleh garansi.
2. Simpan Bukti Pembelian
Simpan bukti pembelian UPS dengan baik. Dokumen ini biasanya diperlukan sebagai bukti pembelian saat mengajukan klaim garansi. Membuat salinan digital atau mencetak faktur pembelian adalah langkah yang bijaksana.
3. Hubungi Layanan Pelanggan APC
Jika UPS mengalami masalah, segera hubungi layanan pelanggan APC. Mereka akan memberikan panduan tentang langkah-langkah berikutnya. Pastikan untuk menyediakan informasi yang diperlukan, seperti nomor seri UPS dan deskripsi masalah dengan jelas.
4. Ikuti Instruksi Teknis
Layanan pelanggan APC mungkin meminta Anda untuk melakukan beberapa langkah diagnostik atau pemecahan masalah. Ikuti instruksi teknis yang mereka berikan dengan cermat. Jika masalah dapat diperbaiki dengan bantuan jarak jauh, Anda mungkin tidak perlu mengirim perangkat UPS tersebut.
5. Proses Penggantian atau Perbaikan
Jika masalah UPS tidak dapat diperbaiki melalui bantuan jarak jauh, APC akan memberikan petunjuk tentang penggantian atau pengiriman perangkat untuk diperbaiki. Pastikan untuk mengemas UPS dengan aman dan mengirimkannya sesuai petunjuk yang diberikan oleh APC.
6. Pantau Proses Klaim
Setelah mengajukan klaim garansi, pantau prosesnya secara teratur. Pastikan untuk memberikan informasi tambahan atau merespons permintaan dari APC dengan cepat agar proses klaim berjalan lancar.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini dengan hati-hati dan mematuhi petunjuk yang diberikan oleh APC, Anda dapat mengklaim garansi UPS dengan mudah dan memastikan bahwa perangkat Anda segera kembali berfungsi dengan baik. Jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan APC jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran selama proses klaim garansi. Dengan garansi yang efisien, Anda dapat memiliki ketenangan pikiran dan yakin bahwa perangkat UPS Anda tetap terlindungi dengan baik.
Contoh Cara Klaim Garansi UPS APC Anda
- Hubungi Sales atau Perusahaan dimana anda membeli UPS agar dibantu proses klaim garansinya.
- Jika ingin proses klaim UPS yang masih dalam masa Garansi, ikuti dan isi seperti contoh form dibawah ini dan bisa kirim ke alamat email : customercare.id@se.com
CONTOH :
1. Model UPS : SRT5KXLI
2. Serial Number : 9B4657A08319,
3. Detail Problem : UPS bunyi panjang tanpa putus ketika di colokkan ke listrik PLN, kondisi LED blinking.
4. Troubleshooting yang sudah dilakukan :
5. Beban UPS : 5 unit komputer
6. Input UPS : PLN
7. Lama Penggunaan : 7 bulan
8. Nama Perusahaan/Personal:
Alamat lengkap beserta kode pos:
Nama PIC dan contact telepon:Serta untuk melengkapi dokumentasi pengajuan klaim, mohon dapat lampirkan:
1. Short video problem UPS
2. Bukti pembelian unitSebelum melakukan klaim, mohon dapat dipastikan sudah melakukan troubleshooting awal seperti pada link berikut:
a. Back UPS : https://www.apc.com/us/en/faqs/FA158947/
b. Smart UPS: https://www.apc.com/us/en/faqs/FA156611/Sumber : Schneider Electric Indonesia
- Published in Berita
Apa itu Datacenter? Simak Pembahasannya!
Apa itu Datacenter? Simak Pembahasannya! DataCenter adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya dan menjadi tempat berlansung nya proses pengiriman data secara terpusat.
Schneider Electric menawarkan berbagai solusi manajemen energi terpadu yang dirancang untuk mendorong transformasi digital bagi bisnis.
Memahami kebutuhan bisnis modern yang terus berkembang dan memberikan solusi digital secara menyeluruh untuk membantu mereka berkembang di pasar yang dinamis saat ini. Fokus utama kami adalah pada solusi manajemen energi, membuat organisasi dapat menyederhanakan operasi, mengoptimalkan proses, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
UPS 3 Phase adalah jaringan listrik yang menggunakan tiga kawat Phase (R,S,T) dan satu kawat neutral (N) atau sering dibilang kawat ground. Menurut istilah Listrik 3 Phase terdiri dari 3 kabel bertegangan listrik dan 1 kabel neutral. Umumnya listrik 3 Phase bertegangan 380 volt yang banyak digunakan Industri atau pabrik.
UPS 3 Phase yang dikeluarkan oleh APC (Schneider Electric) yang biasanya digunakan untuk keperluan data center, industri, telecom, NOC, perbankan, medical, installasi power gedung, dll.
Listrik 3 fasa adalah listrik AC (Alternating Current) yang menggunakan 3 kawat penghantar yang mempunyai tegangan pada masing-masing Phasenya sama, tetapi berbeda dalam sudut curvenya sebesar 120 derajat

Full UPS Portofolio (Source : Schneider Electric)

Secure Power Division Product (Source : Schneider Electric)

Datacenter Solution (Source : Schneider Electric)
Sedangkan UPS 1Phase adalah jaringan listrik yang hanya menggunakan 2 kawat penghantar yang kesatu sebagai kawat phase (L) dan yang kedua sebagai kawat neutral (N). Umumnya listrik 1 phase bertegangan 220-240 volt yang digunakan banyak orang.
Biasanya listrik 1 phase digunakan untuk listrik perumahan, namun listrik PLN di jalanan itu memiliki 3 phase, tetapi yang masuk ke rumah kita hanya 1 phase karena kita tidak memerlukan daya besar dan untuk peralatan dirumah kita hanya menggunakan listik 1 phase dengan 220-240 volt
UPS 1 Phase terdiri dari :
- UPS Online, pada jenis Online, sumber listrik primer adalah inverter ( dari baterai ), baterai bekerja terus menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban, sedangkan Rectifier dari AC ke DC bekerja terus menerus untuk mengisi baterai, itu sebabnya di sebut Double Conversion UPS atau Double Conversion UPS Online.
- UPS Online, pada jenis Online, sumber listrik primer adalah inverter ( dari baterai ), baterai bekerja terus menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban, sedangkan Rectifier dari AC ke DC bekerja terus menerus untuk mengisi baterai, itu sebabnya di sebut Double Conversion UPS atau Double Conversion UPS Online.
- UPS Online, pada jenis Online, sumber listrik primer adalah inverter ( dari baterai ), baterai bekerja terus menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban, sedangkan Rectifier dari AC ke DC bekerja terus menerus untuk mengisi baterai, itu sebabnya di sebut Double Conversion UPS atau Double Conversion UPS Online.
- Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer (PLN) ke sumber listrik sekunder ( Batre UPS ) pada saat sumber listrik primer dianggap gagal berfungsi, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik.

Type UPS Offline : For PC, Switch And ModemBVX700LUI-MS, BVX900LI-MS, BVX1200LI-MS, BX2200MI-MSBR1300MI
BR1500GI, BR1600MI, BR900MI2. UPS Line Interactive adalah untuk memperbaiki tegangan listrik pada saat UPS bekerja dari sumber listrik utama dalam hal PLN maka di tambahkan stabilizer pada peralatan UPS. Jenis yang ada stabilizer ini yang kemudian di sebut UPSUPS ini memiliki kelemahan yaitu adalah transfer time perpindahan listrik PLN ke baterai dengan durasi – / + 1detik.
Type UPS Line Interactive For, PC, Switch, Modem, router and Server (not recommended )
SMC, SMT, SMV Series3. UPS Online, pada jenis Online, sumber listrik primer adalah inverter ( dari baterai ), baterai bekerja terus menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban, sedangkan Rectifier dari AC ke DC bekerja terus menerus untuk mengisi baterai, itu sebabnya di sebut Double Conversion UPS atau Double Conversion UPS Online.
Type UPS Online for Server, Switch, Modem, Datacenter
SRT, SRV, Easy UPS, Symetra SeriesMemiliki kebutuhan diatas maupun ingin konsultasi mengenai, pemesanan UPS, accessories, maupun baterai UPS silahkan hubungi kami team Sales apc-ups.id
- Published in Berita
Single VS Three Phase UPS, Apa Perbedaannya? Simak Artikel Ini
Sebelum memutuskan membeli UPS untuk Organisasi dan Bisnis Anda, faktor-faktor berikut ini penting untuk di perhatikan : Jumlah perangkat, Kebutuhan Daya, Berapa Lama Backup Time yang Dibutuhkan, Fitur UPS, Jumlah Phase/Fasa, Power Factor, Waktu Garansi dan Support After Sales. Pada kesempatan kali ini akan dibahas salah satu dari 7 faktor diatas, yaitu Jumlah Phase/Fasa yang terdiri dari Single Phase dan Three Phase UPS. Meskipun keduanya memiliki daya cadangan yang konsisten untuk mengatasi situasi yang tak terduga, keduanya memiliki fungsi dan peran berbeda. Apa perbedaannya? Mari kita bahas bersama.
- Single Phase UPS
Dinamakan Single Phase karena Tipe ini memiliki 1 input dan output ke perangkat listrik. Satu tegangan sinewave membutuhkan 2 kabel, 1 kabel konduktor dan 1 kabel Neutral . Standard Voltase Single Phase UPS berbeda beda di beberapa negara, di Amerika, Eropa 120V sedangkan di Asia dan negara lainnya 230V. Tipe ini mencakup instalasi hingga 20kVa. Biasa digunakan untuk melindungi perangkat jaringan, server, perangkat komunikasi dan sistem komputer. Karakteristik Plug and Play yang dimiliki Single Phase UPS memudahkan dalam instalasi dan maintenance dibandingkan Three Phase UPS. - Three Phase UPS
Three Phase UPS menggunakan 3 konduktor terpisah yang menyediakan 3 gelombang sinewave, masing-masing memiliki phase berbeda dan berjarak 120°. Sistem ini membutuhkan 4 kabel, 3 kabel konduktor dan 1 kabel Neutral, hal ini memungkinkan tipe ini mendukung Single Phase dan Three Phase. Biasanya tipe ini digunakan di Industri besar, datacenter, peralatan dan lingkungan medis, peralatan menggunakan motor seperti lift, pompa, dll. Standard Voltase UPS tipe ini adalah 415V.
Poin – poin penting perbedaan antara Single Phase dan Three Phase UPS :
- Jumlah Konduktor
Single Phase UPS terdiri dari 1 konduktor sedangkan Three Phase UPS terdiri dari 3 konduktor - Sinewave
Single Phase UPS menyediakan 1 gelombang sinewave sedangkan Three Phase UPS menyediakan 3 gelombang sinewave yang masing masing memiliki phase berbeda dan berjarak 120° - Tegangan
Single Phase UPS memiliki beberapa standard tegangan ada yang 120V dan 230V sedangkan Three Phase UPS memiliki standard tegangan 415V. - Efisiensi
Perangkat-perangkat dengan tegangan rendah, penggunaan Single Phase UPS lebih efisien dibandingkan Three Phase UPS. Apabila tegangan yang dibutuhkan lebih besar akan lebih efisien menggunakan Three Phase UPS. - Biaya
Perangkat-perangkat dalam sistem Three Phase UPS memiliki waktu pemakaian yang lebih lama, dalam jangka panjang penggunaan Three Phase UPS bisa menghemat lebih banyak biaya dibandingkan Single Phase UPS. - Aplikasi
Biasanya Single Phase UPS digunakan di rumahan, usaha kecil yang penggunaannya dibawah 20kVa. Sedangkan Three Phase UPS digunakan di datacenter, peralatan serta lingkungan rumah sakit, perbankan, industri besar yang memiliki kebutuhan daya yang lebih besar. - Pemeliharaan
Single Phase UPS lebih mudah dalam proses instalasi dan pengaturan karena memiliki karakteristik Plug and Play dibandingkan dengan Three Phase UPS.
Pemilihan Tipe UPS, baik itu Single Phase maupun Three Phase penting diketahui sebelum Anda memutuskan membeli. Sangatlah penting untuk konsultasi lebih lengkap kepada tim Sales Jespro Network Rent. Kami bisa lakukan pengecekan atau survey terlebih dahulu ke lokasi Anda secara Gratis dan memberikan solusi terbaik terhadap kebutuhan bisnis Anda. Rekomendasi kami untuk memilih UPS APC yang memiliki kedua tipe diatas, baik itu Single Phase maupun Three Phase. Silahkan hubungi kami di (021)5325244 atau kunjungi kami di website https://apc-ups.id/ untuk mengetahui Penawaran harga menarik seputar UPS APC.
- Published in Berita





Type UPS Line Interactive For, PC, Switch, Modem, router and Server (not recommended )